Senin, 12 Maret 2018

Masih Jomblo? Belajarlah Memasarkan Diri.

Ada teori jomblo yang mengatakan: "Semua akan indah pada waktunya, dan sekarang ini belum waktunya." Perkataan tersebut menurutku kurang tepat diterapkan bagi yang ingin segera mengakhiri masa penantian pasangan hidupnya.

Apalagi perbandingan jumlah wanita yang jomblo lebih banyak daripada pria yang jomblo. Seharusnya kan pria lebih mudah mendapatkan jodoh daripada wanita. Tapi apa hal, wanita dan pria zaman now, sudah jauh berbeda pola hidupnya dibanding zaman old.

Tapi sobat, saya sarankan jangan pakai teori di atas. Lebih cocok pakai teori penjualan zaman now. Ya, tidak ada salahnya memakai pendekatan sales untuk mencari jodoh bagi pria, terlebih lagi wanita. Yang pentingkan tujuannya tercapai yakni terjadi closing alias penjualan.

Menurut teori sales ini, ada 4 batu pijakan yang mesti dipersiapkan sebelum terjadi penjualan, yakni:
1. Batu pertama, membangun trust atau kepercayaan.
2. Batu kedua, membangun need agar supaya orang lain mau atau perlu.
3. Batu ketiga, memberikan solusi.
4. Batu keempat, closing (menjual) dan mengatasi keberatan.

Membangun kepercayaan, bisa dilakukan dengan cara membangun reputasi dan referensi. Menjaga penampilan, cara berpakaian, bau badan. Juga memiliki gelar dan jabatan, ini tentunya akan lebih mudah membangun kepercayaan. Memiliki catatan prestasi unggul. Kemudian punya keterkaitan dengan orang lain yg sudah dikenalnya.
Cara lainnya ialah membangun kesamaan, misalnya asal daerah yang sama, hobi yang sama, pokoknya berusaha agar ada yang sama, entah gerakannya, nafasnya, cara duduknya, dsm.

Kemudian membangun need agar orang tersebut perlu. Pada dasarnya manusia punya 2 kebutuhan mendasar, yakni, menghindari rasa takut atau sengsara, dan mengejar kenikmatan. Lalu bagaimana memanfaatkan kebutuhan mendasar tersebut? Maka mengetahuinya adalah dengan cara BERTANYA untuk menimbulkan orang merasa perlu dengan kita. Tanyakan padanya:
a. Apa yang paling penting dalam hidup dia? Usahakan agar dipenuhi.
b. Apa yang paling dia hindari?
c. Supaya dia mau, apa syaratnya?

Lalu, memberikan solusi. Agar dapat memberikan solusi terbaik, kita mesti menjadi master, yakni ahli di produk/jasa sendiri, ahli di produk/jasa orang lain, dan ahli tentang manusia. Jika tidak bisa menjadi master, maka menjadi konsultan pun cukuplah. Konsultan itu ahli ahli di produk/jasa sendiri dan produk/jasa orang lain, namun tidak ahli tentang manusia.

Terakhir, jangan berhenti hanya pada memberikan solusi, tetapi anda mesti berhasil menutup penjualan. Taktik penyampaian agar orang mau, maka diri kita mesti:
a. punya nilai tambah. Jika kita dgn orang lain sama, maka buat nilai lebih. misalnya lebih rapi, lebih rajin, lebih mudah, lebih ini, lebih itu, dll.
b. punya penawaran yg sensasional. Undanglah misalnya 3 sampai 5 calon yang siap beli, lalu umumkan penawaran sensasional berupa tambahan hadiah dan batas waktu, serta garansi. Jika kamu mau sama diriku, maka kutambah hadiaaahhhh...., ini penawaran terbatas hanya sampai akhir minggu ini, bagi yang mau segera lakukan lamaran terbaik. Dijamin 100% jika tidak puas, kembalian 100%, tanpa syarat, tanpa ribet.

#selamat mencobah.


Tidak ada komentar: